Dinas Polhukam DPD Lira Kolaka Ruslan Hudi Soroti Masalah Limbah RS Alodia Kolaka

Daerah, Hukrim73 views

Storynews.id, Kolaka – Rumah sakit Alodia merupakan Rumah sakit yang berada di kolaka dan sudah beroperasi cukup lama, dalam kegiatanta mendapat sorotan dari DPD Lira Kolaka.

Ketua DPD Lira Kolaka Ilham Lukman Beserta Rusalan Hudi kadis Polhukam DPD Lira kolaka menyatakan IPAL adalah singkatan dari “Instalasi Pengolahan Air Limbah”. IPAL adalah suatu sistem atau fasilitas yang dirancang untuk mengolah air limbah sehingga aman dibuang ke lingkungan atau digunakan kembali untuk berbagai keperluan.

Baca Juga:  Tangkap Dan Proses Pelaku Pelecehan Wartawan Dalam Melakukan Tugas Peliputan!!! 

Ruslan Hudi kadis Polhukam Lira Kolaka mengatakan “Rumah Sakit ini Telah lama melakukan kegatan aktivitas berkantor dan melayani pasien berat mau pun ringan akan tetapi belum mempunyai Amdal pertanyaannya limbah dari tindakan operasi dibaung kemana”, Ungkapnya.

Perlu diketahui IPAL biasanya digunakan untuk mengolah air limbah dari berbagai sumber, seperti:

1. Industri

Baca Juga:  MENYOROTI MODUS KASUS REKAYASA PEMIDANAAN DAN KRIMINALISASI

2. Rumah tangga

3. Fasilitas umum

4. Pertanian

Proses pengolahan air limbah di IPAL melibatkan beberapa tahap, seperti:

1. Pengumpulan air limbah

2. Pengolahan fisik (penyaringan, pengendapan)

3. Pengolahan kimia (penambahan bahan kimia untuk menghilangkan polutan)

4. Pengolahan biologi (penggunaan mikroorganisme untuk menguraikan polutan)

5. Pengolahan lanjutan (penyaringan, pengolahan dengan teknologi tinggi)

Tujuan IPAL adalah untuk mengurangi kadar polutan di dalam air limbah sehingga aman dibuang ke lingkungan atau digunakan kembali.ujar Ilham

Baca Juga:  *Bakal Caleg (Baleg) DPR Membegal Konstitusi*

Untuk itu berdasarkan ketentuan UU yg berlaku no 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup rumah sakit yang tidak memiliki IPAL dapat di kenakan sanksi administrasi pembekuan izin lingkungan, Pencabutan izin usaha, serta denda hingga 3 milyar dan juga sandi pidana hingga 10 tahun

Komentar