*Forum Pengurangan Resiko Bencana ( FPRB) Sultra Lakukan Penyemprotan Fogging di Dua titik Sekolah*

News, Ragam4 views

StoryNews.id, Kendari –  – Sebagai bentuk perhatian terhadap wabah DBD, Forum Pengurangan Resiko bencana (FPRB) Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan aksi penyemprotan fogging di dua titik di Kota Kendari pada Sabtu (20/1/2024) pagi.

Sekolah yang menjadi titik penyemprotan adalah SD Negeri 84 Kendari dan SMP Negeri 1 Kendari.

Ketua FPRB Sultra, Yudhianto Mahardika mengatakan bahwa fogging yang dilakukan dalam rangka upaya untuk meminimalisir penyakit demam berdarah dengue yang mulai ditemukan di kota Kendari.

Baca Juga:  KONAWE SELATAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar sosialisasi pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) penyelenggara Pemilu tahun 2024 berbasis online melalui Aplikasi SIAKBA. Selasa 8 November 2022

“Hari ini, kita lakukan langkah awal untuk meminimalisir penyebaran DBD yang sangat membahayakan semua orang terutama anak-anak”, ungkapnya.

Lebih lanjut, anggota DPRD Sultra ini mengaku jika pihaknya memfokuskan di sekolah sekolah terlebih dahulu karena anak kecil sangat rentan terkena DBD.

“Kita fokus di sekolah sekolah karena kita tau banyak anak kecil dan mereka berpotensi terkena DBD”, jelasnya.

Baca Juga:  *Apa Kata PPATK? Diduga Pembobolan Uang Rp.300 M, Kapolda Metro Jaya Seriusi*

Di lokasi yang sama, Wakil Kepala Sekolah SD Negeri 84 Kendari, Muh. Rasyid mengapresiasi langkah Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Sultra yang melakukan fogging.

“Kami sebagai pimpinan berterimakasih atas aksi nyata yang dilakukan FPRB Sultra. Semoga ini terus berjalan untuk meminimalisir terjangkitnya anak anak kita”, tuturnya.

Di lokasi berbeda Abdul Hamid mengucapkan terimakasih untuk aksi nyata yang dilakukan FPRB Sultra dibawah Komando Yudianto Mahardika.

Baca Juga:  *Ketua Kadin Sultra Anton Timbang Sekaligus Pembina Kastor Hadir Perayaan Natal*

“Tentunya, aksi fogging ini berdampak positif terhadap sekolah kami, karena ini merupakan langkah nyata dalam meminimalisir penyebaran wabah DBD”, bebernya.**

Komentar