StoryNews.id, Konut – Merasa di anak tirikan bertahun tahun Aliansi masyarakat bersuara desa pariama dan kelurahan langgikima memblokade jalan keluar masuknya kendaraan operasional perusahaan tambang yang beroperasi di Konawe Utara khususnya di kec langgikima,
Pasalnya dari total 12 desa dan 1 keluaran tersisa desa pariama dan kelurahan langgikima yang belum tersentuh kompensasi dari dampak kegiatan perusahaan pertambangan padahal ke 2 wilayah tersebut menjadi tempat hilir mudiknya kendaraan operasional perusahaan pertambangan dari langgikima dan lasolo sampai lasolo kepulauan
Di temui awak media camat langgikima TASRUDIN mengatakan, pihaknya bersama tokoh masyarakat di 2 wilayah tersebut telah beberapa kali mengundang pihak perusahan pemegang iup yang beroperasi di wilayah langgikima untuk berdiskusi terkait masalah ini.
Bahkan ketika kami mengundang perwakilan perusahan untuk RDP di DPR kabupaten Konawe Utara dari total 49 perusahaan tambang pemegang iup dan 2 perusahaan perkebunan Kelapa sawit hanya di hadiri 14 perwakilan saja.
itupun tidak menemui titik terang,dari kegiatan tersebut Lalu kami mengundang Lagi untuk Hadir di AULA kec langgikima untuk bertemu langsung dengan masyarakat.tetapi dari total 51 undangan hanya 7 saja perwakilan perusahan yang datang .ke 7 perusahaan tsb yaitu PT TIRAN,PT IBM,PT KDI,PT PBI,PT MLP Dan perusahan perkebunan sawit PT DJL dan PT SPL., ungkapnya
Merasa geram karena tidak di hargai,warga langsung membuat berita acara bersama pihak terkait dan melakukan pemblokiran jalan keluar dan masuknya kendaraan, terdapat 3 titik pemblokiran jalan yang menjadi akses utama perusahaan,salah satu tokoh masyarakat ADRIANUS mengakatan pokokx kita tutup dulu semua akses dlu untuk perusahaan tambang Sampai mereka menemui kami.
Mengetahui adanya aksi pemblokiran jalan,pihak kepolisian dalam hal ini Polsek wiwirano langsung mendatangi lokasi pemblokiran dan mengawal aksi tersebut agar tidak terjadi gesekan di lapangan sambil berkordinasi dengan pihak pihak terkait untuk bisa bersama sama mencari solusi terbaik**
Laporan : ikbal







Komentar